Sabtu, 16 Maret 2013

burung bangau ORDO CICONIIFORMES


Makalah  Vertebrata Laut

 

ORDO CICONIIFORMES
 


LOGO UNHAS.jpg







Oleh:
KELOMPOK V:
STEVEN
JUMNIATY S
AZMI UTAMI PUTRI
SRY SWARNY ABU BAKAR
KATARINA HESTI ROMBE
FRANS HABRIANTO
RIZKI ALFIRA

JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011

PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
AVES adalah sebuah kelas yang terdapat dalam vertebrata (bertulang belakang)yang mencakup hewan-hewan unggas yang ditandai oleh adnya bulu dan adaptasi terbang lainnya. Kelas aves ini diduga berawal dari reptile terbang.kelas aves berevolusi selama radiasi reptilia yang sangat hebat pada masa mesozoikum. Fosil burung purba tertua yang ditemukan adalah Archaeopteryx lithograpica. Fosil ini ditemukan dijerman, yang berusia 150 juta tahun, termasuk kedalam masa jura.
Burung memiliki keunikan tersendiri-sendiri, dimana burung di bumi in terdiri dari berbagai spesies dana berbagai ordo. Salah satunya yaitu ordo ciconiiformes.
Ordo ciconiiformes merupakan kelompok burung yeng memiliki karakteristik tersendiri. Dimana memiliki bentuk leher yang panjang dan paruh yang besar dan panjang.
B.   Tujuan penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kita tentang bentuk bentu dari burung khususnya pada ordo Ciconiiformes.









BURUNG
(ORDO CICONIIFORMES)

            Burung merupakan kelompok hewan yang tidak bertulang belakang yang dapat terbang di udara. Burung pada umunya memiliki ciri:
a)    Suhu tubuh tidak di pengaruhi oleh perubahan suhu disebut juga homolotermis.
b)    Mempunyai sepasang sayap.
c)    Alat penglihatan,pendengaran,dan alat suara rendah lebih sempurna dari pada kelas sebelumnya.
d)    Mempunyai kemampuan melindungi anak-anaknya dan tubuhnya.
e)    Bernapas dengan paru-paru dan pundi-pundi hawa.
f)     Badannya berbulU
g)    Mulut tidak bergigi
h)    Peredaran darah tertutup dan berganda
i)      Berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
j)      Tulangnya tipis dan berlubang.
k)    Pada sebagian besar spesies, anggota gerak atas berfunfsi untuk terbang.
l)      Kulit kakinya diselubungi semacam sisik yang disebut tasometatarsus.
m)  Memiliki kantong udara untuk membantu pernapasan pada saat terbang.
Burung (aves) memiliki ciri khusus antara lain tubuhnya terbungkus bulu, memiliki dua pasang anggota alat gerak, anggota anterior mengalami modifikasi sebagai sayap, sedangkan sepasang anggota posterior disesuaikan untuk hinggap dan berenang, masing – masing kaki berjari 4 buah ; cakar terbungkus oleh kulit yang menanduk dan bersisik. Mulutnya memiliki bagian yang terproyeksi sebagai paruh atau sudu yang terbungkus oleh lapisan zat tanduk. Burung masa kini tidak memiliki gigi. Tungkai memiliki 4 jari atau kurang, tarsometatarsus tertutup oleh kulit yang mengalami penandukan dan pada umumnya berbentuk sisik. Ekor mempunyai fungsi yang khusus dalam menjaga keseimbangan dan mengatur kendali saat terbang ( jasin, 1992). Paruh merupakan modifikasi bibir, kulit luar yang mengeras dan membentuk sarung zat tanduk  dan membungkus tonjolan tulang pada rahang ( Peterson, 1986). Secara skematis morfologi burung adalah seperti gambar sbb:
ORDO CICONIIFORMES
A.   Ciri Morfologi:
Mencakup burung-burung air dengan ciri-ciri sebagai berikut:
·         Leher dan tungkai panjang.
·         Paruh besar lurus atau berombak tajam.
·         Jari-jari tanpa selaput.
·         Bulu-bulu dekoratif.
·         Burung yang baru menetas tidak berbulu.
·         Makanannya ikan, atau hewan-hewan air yang lainnya.
Bentuk Paruh dan Kaki
·         Paruh
Memiliki paruh panjang dan besar. Bentuk tersebut memudahkannya untuk mencari ikan di rawa-rawa atau daerah lumpur.
·         Kaki
Memiliki bentuk kaki yang panjang dan sedikit berse;aput, sehingga memudahkan berjalan diatas lumpur untuk mencari makanan.
B.   ANATOMI
Sisitem pencernaan:
Pada umumnya sistem pencernaan pada ordo Ciconiiformes ini sama seperti sistem pencernaan makanan pada umumnya yaitu:
Pada mulut terdapat paruh yang sangat kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan.Makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk kedalam rongga mulut lalu menuju kerongkongan.Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok.Kemudian masuk ke lambung kelenjar .Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi untuk mencerna makan secara kimiawi.Kemudian makan masuk menuju lambung pengunyah.Disebut lambung pengunyah karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan.Didalam hati,empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis. Kemudian,makanan masuk menuju usus halus.Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan kedalam usus halus.Hasil pencernaan berupa sari- sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus.Burung mem-punyai dua usus buntu yang terletak antara lambung dan usus.Usus buntu berguna untuk memperluas daerah penyerapan sari makanan. Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian kedalam poros usus (rektum) dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka.
Mulut / paruh → Kerongkongan → Tembolok → Lambung kelenjar →Lambung pengunyah → Hati → Pankreas → Usus halus → Usus besar →Usus buntu → Poros usus (rectum) →Kloaka.
C.   KLASIFIKASI
Menurut Andrew (1992), klasifikasi  dari ordo Ciconiiformes yaitu:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Ordo : Ciconiiformes
Family: Ardeidae
         Balaenicipitidae
         Scopidae
         Ciconiidae
         Threskiornithidae
         Cathartidae

D.   HABITAT DAN MAKANAN
umumnya hidup didarat dan sebagian besar di wilayah hangat. Biasanya kebanyakan terdapat di bagian tanah berlumpur juga pada periran yang sangat dangkal. Makanannya berupa katak, ikan, serangga dan cacing.
Bentuk cara makan yakni seperti pada gambar berikut:
                                         
                                                                 



E.    REPRODUKSI
Reproduksi merupakan salah satu kemampuan suatu hewan yang sangat penting, karena tanpa kemampuan tersebut maka suatu jenis hewan akan punah.
Reproduksi burung dari Ordo Ciconiiformes umumnya sama dengan reproduksi burung pada umumnya yakni secara seksual dan bersifat ovipar (bertelur).
F.    BENTUK PERILAKU BURUNG
Pada umumnya bentuk perilaku burung dalam melakukan aktivitas (siklus hidupnya) yakni sebagai berikut:
a.    Perilaku proses reproduksi
Urutan sketsa perilaku reproduksi dari gambar tersebut adalah a. Jantan dan betina terbentuk formasi pasangan, b. Naiknya burung jantan ke punggung burung betina dengan merentangkan kedua sayapnya, c. Pendaratan burung jantan di punggung burung betina, d. Terjadi proses kopulasi, e. Turunnya burung jantan dari punggung burung betina dengan berdiri berdampingan dan diakhiri body shaking.
b.    Perilaku bersarang
                                    Urutan sketsa perilaku reproduksi dari gambar tersebut adalah a). Proses pemilihan ranting, b). Penarikan ranting (dilakukan dengan menggunakan peruh), c). Proses pemotongan ranting (dilakukan dengan menggunakan paruh), d) dan e). Burung terbang membawa ranting ke tempat yang ditentukannya, f). Proses penyusunan ranting (dilakukan dengan burung jantan dan burung betina).
c.    Perilaku mengeram
            Perilaku mengeram dilakukan langsung dengan cara kedua kaki di tekuk sehingga posisi seperti duduk dengan paruh ke bawah dan kadang-kadang dibuka.























PENUTUP
            Burung dari ordo Ciconiiformes memiliki karakteristik bentuk morfologi yakni memiliki bentuk leher yang panjang dan kaki yang panjang. Hal ini terjadi karena disesuaikan dengan adaptasi lingkungan serta makanannya. Dimana burung dari ordo ciconiiformes ini makanannya berupa ikan, katak crustacea dan lain-lain. Sedangkan habitatnya kebanyakan di bagian lumpur dimana mereka mencari makanan.
            Siklus reproduksi burung pada ordo ini memiliki bentuk reproduksi seperti burung pada umumnya yakni seksual dan bersifat ovipar (bertelur).

















DAFTAR PUSTAKA
Alikodra, H.S. 1980. Dasar-dasar Pembinaan Margasatwa. Fakultas Kehutanan. IPB. Bogor.
Campbell N A.2005.biologi edisi 5 jilid 2.jakarta:erlangga
http://id.wikipedia.org/wiki/Bangau
http://id.wikipedia.org/wiki/Ciconiiformes
Evietos.2009.hewan vertebrata. http://evietos.blogspot.com/2009/12/hewan‑vertebrata.html 
http://www.crayonpedia.org/wiki/index.php?title=BSE:Cara_Makhluk_Hidup_Menyesuaikan_Diri_dengan_Lingkungannya_5.1_%28BAB_2%29&redirect=no
Jasin M. 1992. Zoologi Vertebrata untuk Perguruan Tinggi. Sinar Wijaya. Surabaya.
Silvius, M. J. Dan W. J.A.Verheught, 1989. Status Bangau, Ibis dan Burung Paruh Sendok.  PHPA/AWB-Indonesia. Bogor.














1 komentar: